Kumpulan Perempuan Pembawa Perubahan di 2019, Sudah Tahu?

Kumpulan Perempuan Pembawa Perubahan di 2019, Sudah Tahu?
source: https://oss.beautynesia.id/photo/temporary/601070b431c11a72d5a3b68b99aaba7c.jpeg

Cantik dan berprestasi, itulah dua kata yang pantas mengambarkan para perempuan hebat berikut ini. Kisah mereka menjadi inspirasi, khususnya bagi para perempuan di dunia. Meski tahun 2019 sudah lama berlalu, simak yuk kumpulan perempuan pembawa perubahan di 2019 berikut!

beautynesia.id merupakan salah satu media kecantikan wanita terbesar di Indonesia. Ada 20-30 artikel baru setiap harinya yang membahas tentang Kecantikan, Fashion, Health, Food, dan Giveaway menarik. Yuk, cek selalu artikel populer beautynesia.id setiap harinya dengan bookmark, Facebook, LINE (@beautynesia), dan Beautynesia Apps!

Greta Thunberg

Greta Thunberg, gadis berusia 16 tahun asal swedia ini sukses membuat dunia kagum dengan kemunculannya di tahun 2019 lalu. Meski usianya masih muda, Greta berani menyuarakan keresahannya terhadap masalah lingkungan. Greta bahkan rela bolos sekolah setiap Jumat untuk demo di depan gedung Parlemen Swedia. 

Menurut laporan dari Reuters, Greta turun ke jalan untuk pertama kalinya saat usianya masih 15 tahun. Selama berminggu-minggu, Greta duduk di tangga luar gedung parlemen di Stockholm, Swedia sambil membawa poster bertuliskan "School strike for the climate" yang artinya "Mogok sekolah demi iklim".

Aksi ini akhirnya membawa respon positif dari publik. Melalui aksinya, Greta dianggap berhasil mengubah dunia untuk meningkatkan kesadaran terhadap krisis iklim. Ia pun menyampaikan aspirasi sekaligus kritik kepada para penguasa dunia lewat pidatonya di acara UN General Assembly pada September 2019 lalu.

Atas keberanian dan komitmennya, Greta dinobatkan sebagai Person of the Year 2019 dari majalah Time. Perjuangan Greta dalam menghadapi darurat perubahan iklim ini dianggap telah menginspirasi semua orang terutama generasi muda di seluruh dunia.

Nancy Pelopis

Donald Trump merupakan satu dari empat presiden Amerika Serikat yang dimaksulkan oleh DPR. Presiden Amerika Serikat ke-45 ini dianggap menyalahgunakan kekuasaannya untuk memenangi pemilu presiden 2020. Nah, tokoh wanita yang mendorong pemakzulan dari suami Melani Trump ini adalah Nancy Pelosi, yang merupakan Ketua DPR Amerika Serikat dari Partai Demokrat.

Sebelumnya pada bulan Maret 2019, Nancy Pelosi pernah mengatakan bahwa pemakzulan dapat menjadi pemicu pecah belah negara. Namun akhirnya Nancy berubah pikiran dan menganggap bahwa apa yang telah dilakukan Donald Trump itu tidak sesuai dengan sumpah kepresidenan.

Ketegasan Nancy Pelosi dalam mengambil sikap ini ternyata mendapatkan pujian dari publik dan berbagai media internasional. Nancy Pelosi kemudian di anggap menjadi salah satu perempuan berkuasan yang berani. Hingga akhirnya perempuan berusia 79 tahun ini masuk dalam daftar The Most Powerful Women 2019 versi majalah Forbes.

<baca juga>
Angkie Yudistia

Di Indonesia ternyata juga ada lho salah satu perempuan pembawa perubahan di tahun 2019. Angkie Yudistia, perempuan kelahiran 1987 ini merupakan penyandang disabilitas tuli yang sukses mendirikan sebuah perusahaan berbasis sosial yang diberi nama Thisable Enterprise. Perusahaan tersebut merupakan sebuah pusat penyedia jasa untuk memberdayakan dan memberikan kesempatan kerja bagi para penyandang disabilitas. 

Pada tahun 2019, Angkie terpilih sebagai salah satu staf khusus Presiden Jokowi. Angkie juga memendapatkan tugas yang cukup besar dan memiliki misi khusus dalam memberi peran lebih bagi penyandang disabilitas di Indonesia. Ia juga dikenal sebagai motivator dan inspirasi bagi para penyandang disabilitas lainnya.

Aries Susanti

Aries Susanti Rahayu merupakan seorang perempuan berhijab yang berprofesi sebagai atlet panjat tebing. Perempuan berusia 24 tahun ini mendapatkan julukan Spider Woman, setelah dirinya berhasil mengalahkan atlet asal Rusia Elena Timofeeva dengan catatan waktu 7,51 detik di International Federation of Sport Climbing (IFSC) World Cup 2018 di Chongqing, China. Ia juga berhasil meraih 2 medali emas di Asian Games 2018.

Berlanjut pada 19 Oktober 2019, perempuan kelahiran Grobogan, Jawa Tengah ini kembali menoreh prestasi menjadi juara dunia lewat kategori speed dalam ajang World Cup 2019 di Xianmen, China. Aries berhasil memanjat dinding dengan kecepatan penuh dan mengalahkan Yi Ling Song, atlet panjat tebing juara dunia asal China di partai final dengan catatan waktu 6,995 detik.

Dengan balutan hijab bagi Aries bukan alasan untuk tidak bisa meraih prestasi. Hijabnya tidak bisa membatasinya untuk tetap berprestasi di dunia olahraga. Aries telah memotivasi para perempuan agar tetap percaya dan memiliki tekad yang kuat jika kita ingin meraih apapun termasuk menjadi sosok Superhero di dunia olahraga.

<baca juga>
Megan Rapinoe

Perempuan hebat selanjutnya ada Megan Rapinoe yang merupakan seroang pemain tim nasional sepak bola perempuan asal Amerika Serikat. Megan sukses menyabet penghargaan Ballon d'Or Feminin 2019 sebagai pemain perempuan terbaik dunia. Pemain bergaya rambut nyentri ini menjadi perempuan kedua yang meraih penghargaan tersebut, namun sebelumnya telah diraih oleh Ada Hegerberg seorang pemain asal Norwegia.

Prestasi Megan pun terus berlanjut karena permainannya yang impresif dalam pertandingan FIFA Women's World Cup 2019. Bahkan Megan juga terpilih menjadi pemain perempuan terbaik dan pencetak gol terbanyak. Megan pun sukses mencuri perhatian dunia karena kepiawaiannya bermain sepak bola dan akhirnya mengantarkan Megan ke prestasi lainnya.

Pemain sepak bola asal Amerika Serikat ini berani memberikan tuntutan hukum kepada Federasi Sepak Bola Amerika Serikat (USSF) karena memberi upah yang tidak sesuai pada pemain perempuan. Megan juga memberikan suaranya melalui pidato saat menerima piala pemain terbaik FIFA.

Megan berpesan agar dunia sepak bola lebih peduli dan peka terhadap isu-isu sosial, terutama pada orang kulit berwarna, perempuan dan LGBTQ agar tidak ada lagi deskriminasi. Dalam pidatonya Megan juga menambahkan jika menjadi pemain sepak bola bukan lah soal kekayaan dan popularitas. Tetapi nama besar yang dimiliki merupakan tanda kalau mereka membawa pengaruh yang hebat kepada dunia.

Zozibini Tunzi
Siapa tak kenal dengan ajang kontes kecantika sejagad Miss Universe? Di tahun 2019 lagi-lagi mencuri perhatian dunia karena kehadiran Zozibini Tunzi Miss Afrika Selatan. Zozibini berhasil menjadi pemenang Miss Universe 2019 yang diselengarakan pada Minggu di Georgia, Atlanta, Amerika Serikat.

Lewat kemenangannya, perempuan usia 26 tahun asal Tsolo, Eastern Cape, Afrika Selatan ini berhasil membuktikan bahwa kecantikan itu tidak harus berkulit putih. Menurut Zozibini, masih banyak masyarakat yang menganggap keindahan perempuan hanya dilihat dari warna kulit. 

Bersama dengan empat pemenang beauty pegeant lainnya yang juga merupakan perempuan dengan kulit hitam. Mereka adalah Toni-Ann Singh (Miss World 2019), Nia Franklin (Miss America 2019), Cheslie Kryst (Miss USA 2019) dan Kaliegh Gariss (Miss Teen USA 2019). Lewat kalimatnya, ia sukses mendobrak standar kecantikan dunia dan sekaligus membuktikan bahwa kecantikan setiap perempuan tidak bisa dinilai hanya dari fisiknya saja.

Related Articles
Popular Forum
Related Articles
Recommended Articles
Recommended Forum
Popular Blog
Popular Articles
Category Articles
Related Articles
Category Popular
Weekly Popular