Mengalami Pelecehan di Ruang Publik, Lakukan Hal Ini Untuk Lindungi Korban

Mengalami Pelecehan di Ruang Publik, Lakukan Hal Ini Untuk Lindungi Korban
source: https://oss.beautynesia.id/photo/temporary/f7a541ddcdcddd8575c8f4ec8ebabf96.jpeg

Saya yakin bahwa yang membaca artikel ini sepakat, isu pelecehan seksual bukan hal “receh” yang bisa dikesampingkan begitu saja serta dibutuhkan aksi komprehensif dari semua elemen masyarakat untuk memeranginya. Namun, saat ini kita tengah dihadapkan kenyataan sebagian besar masyarakat Indonesia belum memahami apa saja tindakan yang bisa diklasifikasikan sebagai pelecehan seksual serta bagaimana menyikapinya.

beautynesia.id merupakan salah satu media kecantikan wanita terbesar di Indonesia. Ada 20-30 artikel baru setiap harinya yang membahas tentang Kecantikan, Fashion, Health, Food, dan Giveaway menarik. Yuk, cek selalu artikel populer beautynesia.id setiap harinya dengan bookmark, Facebook, LINE (@beautynesia), dan Beautynesia Apps!

Sudah menjadi sesuatu yang dianggap biasa ketika seorang perempuan dipanggil dengan sapaan “Cewek, cakep bener. Mau kemana neng?” oleh laki-laki yang tidak dikenal di pinggir jalan.
 
Sebagian besar akan bereaksi, “Ya namanya juga becanda. Jangan baper dong” atau “Cowok mah biasa kayak begitu”. Di kesempatan lain, kita pernah mendapati seorang penumpang secara sengaja menggesekkan kemaluannya ke penumpang lain di KRL atau Transjakarta, dan menganggap “Ah, jangan cepat berprasangka buruk. Bisa jadi karena saat itu sedang penuh dan nggak sengaja kesentuh”.
 
Kita tidak sadar, pemikiran seperti ini membentuk mental masyarakat menjadi tidak peka terhadap apa yang sebenarnya terjadi. Bahkan sekarang seringkali kita mendengar komentar orang terhadap kasus pemerkosaan yang memojokkan korban, “Ya lagian pake baju kebuka, kan jadinya mengundang syahwat”. Pemakluman yang tidak tepat membawa kita ke kejadian pelecehan lainnya sampai akhirnya terjadilah kasus-kasus besar seperti sodomi bahkan sampai kejahatan genosida.

Mengalami Pelecehan di Ruang Publik, Lakukan Hal Ini Untuk Lindungi Korban

Bersama teman-teman dari Beautynesia, pada hari Sabtu, 14 September 2019 saya menghadiri pelatihan singkat yang diselenggarakan oleh Hollaback! Jakarta mengupas habis tentang fenomena ‘pemakluman berlebih’ terhadap korban dan tersangka pelecehan seksual di ruang publik.
 
Di sini, Hollaback! memaparkan hasil riset mereka yang cukup mengejutkan. Dikatakan bahwa kekerasan seksual di ruang publik justru seringkali menimpa perempuan yang berpakaian tertutup dan sopan, waktu yang paling rawan terjadi kekerasan justru siang hari, serta mayoritas terjadi di kendaraan umum dan sekolah.
 
Terlalu banyak stigma yang mengatakan seseorang menjadi sasaran kekerasan karena pakaian yang dianggap ‘mengundang’, sering bepergian sendiri di malam hari, atau karena sering mengunjungi tempat hiburan malam. You guys have to take a look closer yet wider. Go get some data and feed yourself with valid information.  Bahkan kini sudah 35% laki-laki pun juga mengalami kekerasan yang serupa. Semua ini terjadi karena diawali oleh rasa maklum yang tidak pada tempat dan porsinya.
 
Secara psikologis, sebagai saksi mata, masyarakat juga secara tidak langsung memiliki andil di setiap peristiwa kekerasan ini. Ketika seseorang melihat sebuah peristiwa kekerasan, ia cenderung mengalami Bystander Effect, yakni menganggap apabila ia tidak memiliki keharusan untuk membantu karena akan ada orang lain yang akan bertindak (sumber: Hollaback! Jakarta).
 
Sebagian besar orang yang mengalami ini, mereka menganggap dirinya tidak mampu melakukan intervensi dan takut dianggap mencampuri urusan orang lain. Memang terjadi perbedaan yang sangat tipis antara takut dan acuh tak acuh ketika seseorang hendak membela korban kekerasan di area publik.

Mengalami Pelecehan di Ruang Publik, Lakukan Hal Ini Untuk Lindungi Korban
<baca juga>

Dalam menyikapi hal tersebut, Hollaback! tidak hanya mengajak pesertanya untuk lebih peduli terhadap lingkungan sekitar. Mereka juga membekali peserta pelatihan cara melakukan intervensi ketika sedang terjadi kekerasan serupa tanpa menyalahi hukum negara yang berlaku dan tetap mengutamakan keamanan kita maupun korban. Terdapat 5D yang bisa kamu terapkan, yakni:
 
Direct, seseorang bisa menegur tersangka untuk menghentikan aksi kekerasan yang tengah ia lakukan kepada korban.
 
Langkah selanjutnya, yaitu Distract. Untuk menghentikan tindakan pelecehan seksual di ruang publik, seseorang bisa memecah fokus sang tersangka sehingga korban bisa membebaskan diri.
 
Selain itu, seseorang juga bisa melakukan langkah Delay yaitu mengajak korban berbicara untuk memastikan bahwa mereka tidak sendirian, sehingga sang korban merasa mendapatkan dukungan moral dari lingkungan sekitar setelah apa yang ia alami.
 
Langkah lain yang bisa diambil yaitu Document, mendokumentasikan kejadian secara rinci untuk menjadi bukti kuat yang nantinya bisa diserahkan ke pihak berwajib untuk membantu korban. Hal ini seringkali memberikan efek jera untuk tersangka, dikarenakan social punishment yang akan diterima dianggap sebanding dengan apa yang ia lakukan. Namun perlu diingat, untuk menggunakan dokumen tersebut secara bijak. Jangan sampai mengganggu privasi dari korban, seperti menyebarluaskan hasil dokumentasi yang jelas terpampang wajah korban dan sebagainya.
 
The last but not least, Delegate. Apabila seseorang tidak mampu melakukannya sendiri, saksi mata bisa mendelegasikan/meminta tolong pihak lain untuk membantu korban.

Mengalami Pelecehan di Ruang Publik, Lakukan Hal Ini Untuk Lindungi Korban

Hal terpenting yang disampaikan dalam pelatihan ini adalah: berhenti memaklumi kejadian kekerasan seksual di ruang publik sekecil apapun bentuknya. Karena jika dibiarkan, hal ini mampu memicu kekerasan berikutnya di tingkatan yang lebih parah. Selain itu, pahami bahwa sedikit saja bantuan yang kita berikan kepada korban, mampu berarti banyak.
 
Kepedulian yang kita tunjukkan, mampu memicu rasa percaya diri korban untuk tidak menyerah apalagi takut. Semoga tidak perlu ada lagi keluarga, teman terdekat, atau siapa pun di lingkungan kita yang harus mengalami tindakan kekerasan seksual di ruang publik atau dimana pun kita berada. No one deserves to be treated inhumanly, and the only thing we need to do is to fight back. Listen to their voice, speak your mind, and show your action.


Related Articles
Popular Forum
Related Articles
Recommended Articles
Recommended Forum
Popular Blog
Popular Articles
Category Articles
Related Articles
Category Popular
Weekly Popular