7 Cara Mengatasi Kulit Terbakar Matahari

7 Cara Mengatasi Kulit Terbakar Matahari
source: http://www.axom.in/wp-content/uploads/2015/07/10-Ten-Best-Tips-to-Avoid-Sun-Burn-During-Summer.jpg

Musim panas dan liburan terkadang sering dijadikan waktu untuk pergi berlibur ke pantai, bermain air, dan berjemur di tepi pantai. Memang menenyenangkan, tetapi jika tidak hati-hati, maka kulit bisa terbakar akibat paparan sinar matahari yang terik. Kulit yang terbakar tersebut pastinya akan terasa sakit dan perih. Lalu, bagaimana cara mengatasi kulit yang terbakar sinar matahari?

beautynesia.id merupakan salah satu media kecantikan wanita terbesar di Indonesia. Ada 20-30 artikel baru setiap harinya yang membahas tentang Kecantikan, Fashion, Health, Food, dan Giveaway menarik. Yuk, cek selalu artikel populer beautynesia.id setiap harinya dengan bookmark, Facebook, LINE (@beautynesia), dan Beautynesia Apps!

1. Segera Dinginkan Kulit
Hal pertama yang harus dilakukan saat kulit Minasan terbakar sinar matahari adalah segera dinginkan dengan cara dikompres. Minasan bisa menggunakan air dingin yang ditambahkan beberapa es batu dan kemudian ditaruh di area kulit yang terbakar. Selain itu, Minasan juga bisa menggunakan kipas angin untuk mendinginkan kulit tubuh yang terasa panas.
2. Hindari Penggunaan Sabun
Jangan menggunakan sabun saat kulit terbakar sinar matahari! Penggunaan sabun hanya akan memperparah kondisi kulit. Kandungan yang terdapat dalam sabun bisa membuat kulit semakin kering dan menimbulkan iritasi. Jika Minasan tetap ingin menggunakan sabun saat mandi, maka gunakanlah sabun yang memiliki kandungan kimia yang lebih sedikit dan lebih ringan. Pastikan juga Minasan membilasnya dengan bersih. Setelah selesai, ambil handuk kering dan tepuk-tepuk kulit secara perlahan sebagai cara untuk mengeringkannya. Jangan menggosok kulit karena akan membuat kulit terasa semakin perih.
<baca juga>
3. Menggunakan Pelembab Kulit
Setelah Minasan selesai mandi, segera aplikasikan lotion ke kulit tubuh. Ini akan membuat kulit menjadi lembab dan tidak kering. Lakukan hal ini secara teratur agar kulit yang terkelupas dapat semakin berkurang. Pilihlah lotion pelembab yang memiliki kandungan vitamin C dan E karena dipercaya dapat membantu mengurangi kerusakan pada kulit dan menutrisi kembali kulit yang kering. Minasan juga bisa menggunakan lotion pelembab yang mengandung lidah buaya atau menthol yang bisa memberikan efek sejuk pada kulit. Jangan melakukan proses pengelupasan kulit (peeling atau scrubbing) saat kulit terbakar sinar matahari.
4. Makan dan Minum
Apa hubungannya kulit yang terbakar sinar matahari dengan makan dan minum? Mengonsumsi makanan atau buah yang mengandung banyak air bisa membuat kulit terhidrasi kembali dan membantunya menjadi lembab serta tidak kering. Begitu pula dengan meminum air. Oleh karena itu, perbanyak minum air putih ketika kulit terbakar sinar matahari. Minasan bisa memakan buah semangka yang mengandung banyak air untuk mengurangi efek kering pada kulit. Usahakan agar tubuh tidak mengalami dehidrasi atau kekurangan asupan air.
<baca juga>
5. Gunakan Bahan Alami untuk Menenangkan dan Menyejukkan Kulit
Seperti yang telah disebutkan sebelumnya, salah satu cara untuk mengurangi rasa sakit dan kering akibat kulit yang terbakar sinar matahari adalah dengan menggunakan lotion pelembab. Jika Minasan tidak ingin menggunakan lotion pelembab yang mengandung bahan kimia, maka Minasan bisa membuatnya sendiri. Minasan bisa menggunakan susu dingin untuk mengompres kulit. Minasan juga bisa gunakan baking soda yang dicampurkan dengan air (hingga membentuk pasta atau mengental) untuk dioleskan ke area kulit yang terbakar.
6. Hindari Sinar Matahari
Untuk sementara waktu, sebaiknya Minasan menghindari paparan sinar matahari terik secara langsung. Kulit yang terbakar sinar matahari biasanya membutuhkan waktu sekitar tiga hingga enam bulan agar kulit pulih kembali ke keadaan normal. Terbakarnya kulit membuat kulit menjadi lebih sensitif sehingga apabila terkena sinar matahari, maka proses terbakarnya kulit akan menjadi lebih cepat dari sebelumnya. Oleh karena itu, gunakanlah krim tabir surya saat Minasan hendak keluar ruangan dan gunakan baju lengan panjang agar kulit terhindar dari paparan sinar UV secara langsung.
7. Segera Hubungi Dokter
Jika Minasan telah melakukan beberapa cara di atas namun kulit tidak menunjukkan kondisi yang lebih baik, maka sebaiknya Minasan segera hubungi dokter untuk meminta perawatan lebih lanjut. Terlebih jika timbul blister (sejenis gelembung yang berisi air pada kulit karena kulit terkena panas) dan mengganggu. Perhatikan juga apakah Minasan mengalami tanda-tanda dehidrasi atau tidak. Segera lakukan pemeriksaan lebih lanjut agar mendapatkan penanganan yang tepat.
Mencegah Sunburn
Jika cara di atas adalah untuk menangani kulit terbakar matahari, maka bagaimana cara untuk mencegahnya? Yang pasti adalah menghindari sinar matahari. Sinar matahari paling terik terjadi antara jam 10 pagi hingga 4 sore. Oleh karena itu, saat ingin melakukan aktivitas di luar pada jam-jam tersebut, jangan lupa untuk menggunakan tabir surya dengan kandungan setidaknya SPF 30 sekitar 30 menit sebelum keluar ruangan. Oleskan tabir surya ke seluruh tubuh termasuk telinga, leher, tangan, dan kaki. Ulangi pemakaian tabir surya setiap dua jam sekali atau sesering yang diperlukan.
Mencegah Sunburn
source: http://www.morenature.com/news/sun-protection-factor-what-spf-sunscreen-should-i-use-when-to-wear
Mencegah Sunburn
source: http://www.blockislandorganics.com/Blog/post/2013/10/09/How-Much-Sunscreen-Should-You-Use.aspx

Related Articles
Popular Forum
Related Articles
Recommended Articles
Recommended Forum
Popular Blog
Popular Articles
Category Articles
Related Articles
Category Popular
Weekly Popular